Anda berada di halaman : Berita

Berita

TABUNGAN ZIARAH KOPENA TAHAP KE 25

Surel Cetak PDF

TABUNGAN ZIARAH KOPENA TAHAP KE 25

Program Ziarah yang sudah lama berjalan ini memiliki manfaat yang luar biasa, baik bagi para nasabah juga bagi KOPENA. Selain sebagai tabungan masa depan, juga sebagai wahana wisata religi bagi para nasabah yang mengikutinya. Paling utama, kegiatan ziarahnya geratis tanpa biaya bagi para nasabah program ini. dan yang terpenting, uang nasabah masih tetap utuh tanpa ada potongan.

Menurut Ihson (Panitia), “ini ada pelaksanaan program tabungan Ziarah KOPENA yang ke 25. Pada kesempatan kali ini kurang lebih sekitar 300 peserta yang akan kami ajak untuk berziarah ke Sapuro, Bangkalan, Surabaya, Jombang dan berakhir di Blitar”, tuturnya.

Hampir tiap tahun tabungan Ziarah ini memberangkatkan para nasabah untuk berwisata religi, khususnya ke makam para Waliyullah yang ada di tanah Jawa. Selain sebagai sarana menabung bagi para nasabah, tabungan ini mengajak para nasabah untuk lebih mengenal para pendahulu dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

Jamal (29), warga Tirto Kabupaten Pekalongan, “bagi saya ini sangat menguntungkan bagi para nasabah. Karena selain kita menabung, kita juga dapat bonus berziarah secara geratis. Kedepan insyaallah saya ikut lagi”, tuturnya dalam perjalanan kegiatan ini.

Tak jauh beda dengan Sukma (23), ia ikut bersama ibunya juga merasa senang. Sembari ziarah mengharap berkah, ia dan keluarga juga bisa berwisata.

“saya senang, selain menemani ibu dan adik berziarah ke makam para ulama dan pendiri bangsa, saya juga bisa berlibur. Itung-itung refreshing.”, tandasnya.

Pada kesempatan ini, dalam program tabungan Ziarah KOPENA ke 25 KOPENA mengajak para nasabah berkunjung kemakam para aulia dan para pendiri bangsa. Jumat (17/4/2015) lalu rombongan di berangkatkan dari kantor pusat KOPENA. Tak kurang dari 6 bus menuju ke makam Sapuro Kota Pekalongan, Bangkalan Madura, Surabaya, Jombang dan Blitar.

 

Tiap bus yang telah di dampingi oleh panitia dan pembimbing ziarah ini akan melaksanakan Ziarah sebagai salah satu cara untuk mengenal para Aulia dan pendiri Bangsa. Mulai dari makam Sapuro yaitu makam dari Habib Ahmad bin Abdullah Al-Attas yang merupakan sesepuh ulama Pekalongan. Beliau memiliki andil yang sangat besar bagi perkembangan islam yang ada di Pekalongan.

Bukan hanya jamaah dari Pekalongan yang berkunjung ke makam Sapuro, namun banyak rombongan dari luar Pekalongan yang berkunjung pula kemakam ini. Sebab Habib Ahmad merupakan salah satu ulama besar yang ada di Indonesia, oleh sebab itu kita selaku warga Pekalongan setidaknya dapat meniru dan mengenal beliau melalui kegitan ziarah ini.

Perjalanan berlanjut menuju tujuan kedua yaitu Bangkalan Madura ke makam kyai besar yang begitu terkenal dan banyak memberikan sumbangsih terhadap islam dan bangsa ini. kyai yang sering di sapa mbah Kholil asal bangkalan. KH Kholil Bangkalan Maduralahir pada hari Selasa tanggal 11 Jumadil Akhir 1235 H atau 27 Januari 1820 M, anak dari KH. Abdul Lathif (salah satu keturunan dari sunan Gunung Jati) seorang Kyai di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, ujung Barat Pulau Madura, Jawa Timur. Ia adalah sosok kyai yang memberikan pesona luar biasa kepada Islam di masa itu. Mbah kholil adalah guru dari KH. Hasyim Asy’ari, Pendiri Pesantren Tebu Ireng.

Tujuan ketiga menuju ke makam Sunan Ampel (salah satu Wali Sembilan) di Surabaya. Sunan Ampel yang merupakan keturunan Maulana Magribi adalah sosok orang yang berilmu tinggi dan alim, sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama Islam. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia, suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial.

 

Usai dari makam Sunan Ampel, rombongan berlanjut ke makam keluarga besar KH. Hasyim Asari (Pendiri NU) dan pejuang kemerdekaan di Jombang. Di makam ini pula terdapat makam bapak Pluralisme kita yaitu KH. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI ke 4). Perjalanan rombongan di tutup dengan ziarah makam Ir. Soekarno (Sang Proklamator dan Presiden RI pertama) yang berada di daerah Blitar Jawa Timur.

Program Ziarah yang sudah lama berjalan ini memiliki manfaat yang luar biasa, baik bagi para nasabah juga bagi KOPENA. Selain sebagai tabungan masa depan, juga sebagai wahana wisata religi bagi para nasabah yang mengikutinya. Paling utama, kegiatan ziarahnya geratis tanpa biaya bagi para nasabah program ini. dan yang terpenting, uang nasabah masih tetap utuh tanpa ada potongan.

Menurut Ihson (Panitia), “ini ada pelaksanaan program tabungan Ziarah KOPENA yang ke 25. Pada kesempatan kali ini kurang lebih sekitar 300 peserta yang akan kami ajak untuk berziarah ke Sapuro, Bangkalan, Surabaya, Jombang dan berakhir di Blitar”, tuturnya.

Hampir tiap tahun tabungan Ziarah ini memberangkatkan para nasabah untuk berwisata religi, khususnya ke makam para Waliyullah yang ada di tanah Jawa. Selain sebagai sarana menabung bagi para nasabah, tabungan ini mengajak para nasabah untuk lebih mengenal para pendahulu dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

Jamal (29), warga Tirto Kabupaten Pekalongan, “bagi saya ini sangat menguntungkan bagi para nasabah. Karena selain kita menabung, kita juga dapat bonus berziarah secara geratis. Kedepan insyaallah saya ikut lagi”, tuturnya dalam perjalanan kegiatan ini.

Tak jauh beda dengan Sukma (23), ia ikut bersama ibunya juga merasa senang. Sembari ziarah mengharap berkah, ia dan keluarga juga bisa berwisata.

“saya senang, selain menemani ibu dan adik berziarah ke makam para ulama dan pendiri bangsa, saya juga bisa berlibur. Itung-itung refreshing.”, tandasnya.

Pada kesempatan ini, dalam program tabungan Ziarah KOPENA ke 25 KOPENA mengajak para nasabah berkunjung kemakam para aulia dan para pendiri bangsa. Jumat (17/4/2015) lalu rombongan di berangkatkan dari kantor pusat KOPENA. Tak kurang dari 6 bus menuju ke makam Sapuro Kota Pekalongan, Bangkalan Madura, Surabaya, Jombang dan Blitar.

 

Tiap bus yang telah di dampingi oleh panitia dan pembimbing ziarah ini akan melaksanakan Ziarah sebagai salah satu cara untuk mengenal para Aulia dan pendiri Bangsa. Mulai dari makam Sapuro yaitu makam dari Habib Ahmad bin Abdullah Al-Attas yang merupakan sesepuh ulama Pekalongan. Beliau memiliki andil yang sangat besar bagi perkembangan islam yang ada di Pekalongan.

Bukan hanya jamaah dari Pekalongan yang berkunjung ke makam Sapuro, namun banyak rombongan dari luar Pekalongan yang berkunjung pula kemakam ini. Sebab Habib Ahmad merupakan salah satu ulama besar yang ada di Indonesia, oleh sebab itu kita selaku warga Pekalongan setidaknya dapat meniru dan mengenal beliau melalui kegitan ziarah ini.

Perjalanan berlanjut menuju tujuan kedua yaitu Bangkalan Madura ke makam kyai besar yang begitu terkenal dan banyak memberikan sumbangsih terhadap islam dan bangsa ini. kyai yang sering di sapa mbah Kholil asal bangkalan. KH Kholil Bangkalan Maduralahir pada hari Selasa tanggal 11 Jumadil Akhir 1235 H atau 27 Januari 1820 M, anak dari KH. Abdul Lathif (salah satu keturunan dari sunan Gunung Jati) seorang Kyai di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, ujung Barat Pulau Madura, Jawa Timur. Ia adalah sosok kyai yang memberikan pesona luar biasa kepada Islam di masa itu. Mbah kholil adalah guru dari KH. Hasyim Asy’ari, Pendiri Pesantren Tebu Ireng.

Tujuan ketiga menuju ke makam Sunan Ampel (salah satu Wali Sembilan) di Surabaya. Sunan Ampel yang merupakan keturunan Maulana Magribi adalah sosok orang yang berilmu tinggi dan alim, sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama Islam. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia, suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial.

 

Usai dari makam Sunan Ampel, rombongan berlanjut ke makam keluarga besar KH. Hasyim Asari (Pendiri NU) dan pejuang kemerdekaan di Jombang. Di makam ini pula terdapat makam bapak Pluralisme kita yaitu KH. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI ke 4). Perjalanan rombongan di tutup dengan ziarah makam Ir. Soekarno (Sang Proklamator dan Presiden RI pertama) yang berada di daerah Blitar Jawa Timur.

SILATURAHMI KOPERASI : PKP-RI Kota Medan dan KAFANA dari Jogyakarta ke KOPENA

Surel Cetak PDF

PKP-RI kota Medan dan KAFANA sama-sama menjalin silaturahmi kepada KOPENA untuk saling belajar dalam bidang pengembangan koperasi. Hal tersebut di sambut hangat oleh ketua umum KOPENA beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, H. M. Saelany menuturkan, “Kami dari Kopena merasa bahagia dan bangga karena telah mendapat kunjungan dari teman-teman koperasi. Dengan adanya silaturahmi ini adalah sarana pembelajaran bagi koperasi yang kita bangun.

Kunjungan yang dilakukan pertama kali ini oleh PKP-RI kota Medan dan KAFANA ke KOPENA ini diharapkan menjadi spirit tersendiri bagi semuanya untuk dapat mengembangkan koperasi dan membangun sistem yang lebih baik lagi.

Menurut Junaidi, Msi selaku ketua rombongan PKP-RI Kota Medan, “ kami disini akan lebih banyak menimba ilmu dari KOPENA, megingat kemajuan yang telah di capai oleh KOPENA belum bisa di lakukan oleh kami. Sehingga kami harus belajar agar bisa seperti KOPENA dan KOSPIN JASA selaku raksasa koperasi yang ada di Pekalongan,” tuturnya.

Banyaknya koperasi yang kurang berkembang dan tidak maju salah satunya karena kurangnya pembelajaran dan memiliki SDM yang memadai. Sehingga menurut kami, wajar jika sudah saatnya kami berbenah dan belajar dari koperasi-koperasi besar di luar kami, imbuhnya.

Ini bukan kunjungan pertama bagi KOPENA, namun dari kunjungan-kunjungan ini pula KOPENA dapat mengevaluasi diri dan berkembang demi kemaslahatan bersama. Karena dengan adanya kunjungan, dirasa sebagai guru dan ilmu baru bagi perkembangan koperasi.

Disisi lain tak jauh beda yang di sampaikan oleh ketua rombongan dari KAFANA, Sunyoto,” koperasi ini (KOPENA) yang telah di gagas oleh sahabat-sahabat ANSOR terdahulu masih berdiri kokoh. Sehingga kami dari KAFANA (PAC ANSOR di salah satu wilayah Jogja) sudah sepantasnya kami belajar dan menjalin silaturahmi dengan KOPENA.

DARI WISATA RELIGI, HINGGA ANEKA WISATA KELUARGA DI JAWA TIMUR ( WISATA BERSAMA KELUARGA KOPENA)

Surel Cetak PDF

DARI WISATA RELIGI, HINGGA ANEKA WISATA KELUARGA DI JAWA TIMUR ( WISATA BERSAMA KELUARGA KOPENA)

Malam yang begitu indah bertabur bintang, menemani perjalanan keluarga besar KOPENA  menuju Lamongan, Jawa Timur jumat, 20 April 2015 lalu. Wisata yang membawa keluarga pengurus dan karyawan ini berangkat pukul 20.00 dengan rasa bahagia, setelah sebelumnya KOPENA telah di sibukkan dengan pelaksanaan RAT ke 21 lalu.

lebih dari 7 jam rombongan berada dalam kendaraan (Bus dan Travell) dan akhirnya ketika sang fajar mulai menyentuh lapisan bumi Lamongan, tibalah rombongan di area Masjid Al-Abror Kemantren Paciran, Lamongan Jawa Timur. Setibanya disana, rombongan melaksanakan sholat subuh berjamaah dan bersih diri di kawasan masjid.

Pagi yang indah di pesisir Paciran Kemantren yang berada di lingkungan masjid dan berdekatan dengan laut serta makam dari salah satu ulama besar penyebar agama islam di Lamongan yaitu Syeh Maulana Ishaq (ayah Sunan Giri) menambah rasa nyaman.

Sedikit menilik sejarah tentang Syeh Maulana Ishaq, beliau adalah suami dari Dewi Sekardadu (Putri raja kerajaan Blambangan). Pernikahan terjadi setelah Syeh Maulana Ishaq menyembuhkan Dewi Sekardadu dari sakitnya. Karena sebelumnya sang raja telah berjanji melalui saimbara, barang siapa yang dapat menyembuhkan putrinya akan di jadikan menantunya pa bila seorang laki-laki. Namun kala itu, Syeh juga mengajukan satu permintaan lain yaitu agar ia diberikan kebebasan untuk siar agama Islam di wilayah kekuasaan kerajaan Blambangan. Padahal, kerajaan Blambangan merupakan kerajaan yang menganut ajaran Hindu dan itu di penuhi oleh sang raja.

Dua tahun berselang, saat Dewi Sekardadu sedang hamil muda (mengandung Sunan Giri), Syekh Maulana Ishaq pun melanjutkan syiarnya. Sebelum pergi, Syekh Maulana Ishaq berpesan kepada istrinya. Jika suatu saat Dewi Sekardadu ingin menemuinya, agar berjalan menyusuri daerah pesisir pantai utara Pulau Jawa. Sebab Syekh Maulana Ishaq akan melanjutkan siarnya di sekitar sana.

“Setelah menempuh perjalanan jauh, Dewi Sekardadu akhirnya bertemu dengan suaminya di desa Kemantren, Lamongan” tutur H Askur salah satu juru kunci makam.

Lanjut ia bercerita, setelah kembali berpisah dengan istri untuk melanjutkan siar agama ke daerah lain, Syekh Maulana Ishaq berpesan kepada dua muridnya. Jika suatu saat ia meninggal dunia, agar dimakamkan di tempat yang sama saat bertemu dengan Dewi Sekardadu dulu, yakni di desa yang saat ini bernama Desa Kemantren.

Usai dari makam, perjalanan di lanjutkan menuju obyek Wisata Bahari Lamongan yang tidak jauh dari Paciran. Namun sebelum masuk ke obyek wisata, para peserta wisata melaksanakan sarapan pagi terlebih dahulu di dekat lokasi Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Menurut Wulan, salah satu karyawan Buana Proteksi di PT. Albaika mengungkapkan, “saya termasuk orang yang berhuntung, karena saya adalah karyawan baru di PT. Ini namun rasa kekeluargaan antar karyawan begitu kental terasa dan ini wisata pertama saya bersama keluarga besar KOPENA”, tuturnya.

Kebanyakan wisata hanya untuk senang-senang saja, namun KOPENA memberikan konsep wisata tanpa meninggalkan unsur religiusitasnya, terlihat pada acara Ziarah kemakam salah satu penyebar agama islam yang ada di Lamongan, imbuhnya.

Canda tawa terlihat di raut wajah para peserta wisata ini, salah satunya Rudi, karyawan pembiayaan dari KC Kusuma Bangsa ini mengaku senang, “biasanya tiap hari kita berurusan dengan nasabah sebagai wujud pengabdian kita kepada KOPENA, tapi kali ini kita di berikan liburan dan hiburan oleh KOPENA. Setidaknya ini dapat menjadi obat bagi kita semua dari beban kerja”, tuturnya.

Di WBL para peserta di persilahkan menikmati obyek wisata yang ada, mulai dari kebun binatang, Goa dan beberapa wahana yang ada di lokasi tersebut. Mulai dari wahana adu ketangkasan, uji nyali hingga beberapa tempat musium.Hampir seharian penuh para peserta beraktivitas di WBL, sebelum kembali bertolak kembali ke kota tercinta (Pekalongan).

 

 

 

 

 

 

 

DARI WISATA RELIGI, HINGGA ANEKA WISATA KELUARGA DI JAWA TIMUR ( WISATA BERSAMA KELUARGA KOPENA)

Surel Cetak PDF

DARI WISATA RELIGI, HINGGA ANEKA WISATA KELUARGA DI JAWA TIMUR ( WISATA BERSAMA KELUARGA KOPENA)

Malam yang begitu indah bertabur bintang, menemani perjalanan keluarga besar KOPENA  menuju Lamongan, Jawa Timur jumat, 20 April 2015 lalu. Wisata yang membawa keluarga pengurus dan karyawan ini berangkat pukul 20.00 dengan rasa bahagia, setelah sebelumnya KOPENA telah di sibukkan dengan pelaksanaan RAT ke 21 lalu.

lebih dari 7 jam rombongan berada dalam kendaraan (Bus dan Travell) dan akhirnya ketika sang fajar mulai menyentuh lapisan bumi Lamongan, tibalah rombongan di area Masjid Al-Abror Kemantren Paciran, Lamongan Jawa Timur. Setibanya disana, rombongan melaksanakan sholat subuh berjamaah dan bersih diri di kawasan masjid.

Pagi yang indah di pesisir Paciran Kemantren yang berada di lingkungan masjid dan berdekatan dengan laut serta makam dari salah satu ulama besar penyebar agama islam di Lamongan yaitu Syeh Maulana Ishaq (ayah Sunan Giri) menambah rasa nyaman.

Sedikit menilik sejarah tentang Syeh Maulana Ishaq, beliau adalah suami dari Dewi Sekardadu (Putri raja kerajaan Blambangan). Pernikahan terjadi setelah Syeh Maulana Ishaq menyembuhkan Dewi Sekardadu dari sakitnya. Karena sebelumnya sang raja telah berjanji melalui saimbara, barang siapa yang dapat menyembuhkan putrinya akan di jadikan menantunya pa bila seorang laki-laki. Namun kala itu, Syeh juga mengajukan satu permintaan lain yaitu agar ia diberikan kebebasan untuk siar agama Islam di wilayah kekuasaan kerajaan Blambangan. Padahal, kerajaan Blambangan merupakan kerajaan yang menganut ajaran Hindu dan itu di penuhi oleh sang raja.

Dua tahun berselang, saat Dewi Sekardadu sedang hamil muda (mengandung Sunan Giri), Syekh Maulana Ishaq pun melanjutkan syiarnya. Sebelum pergi, Syekh Maulana Ishaq berpesan kepada istrinya. Jika suatu saat Dewi Sekardadu ingin menemuinya, agar berjalan menyusuri daerah pesisir pantai utara Pulau Jawa. Sebab Syekh Maulana Ishaq akan melanjutkan siarnya di sekitar sana.

“Setelah menempuh perjalanan jauh, Dewi Sekardadu akhirnya bertemu dengan suaminya di desa Kemantren, Lamongan” tutur H Askur salah satu juru kunci makam.

Lanjut ia bercerita, setelah kembali berpisah dengan istri untuk melanjutkan siar agama ke daerah lain, Syekh Maulana Ishaq berpesan kepada dua muridnya. Jika suatu saat ia meninggal dunia, agar dimakamkan di tempat yang sama saat bertemu dengan Dewi Sekardadu dulu, yakni di desa yang saat ini bernama Desa Kemantren.

Usai dari makam, perjalanan di lanjutkan menuju obyek Wisata Bahari Lamongan yang tidak jauh dari Paciran. Namun sebelum masuk ke obyek wisata, para peserta wisata melaksanakan sarapan pagi terlebih dahulu di dekat lokasi Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Menurut Wulan, salah satu karyawan Buana Proteksi di PT. Albaika mengungkapkan, “saya termasuk orang yang berhuntung, karena saya adalah karyawan baru di PT. Ini namun rasa kekeluargaan antar karyawan begitu kental terasa dan ini wisata pertama saya bersama keluarga besar KOPENA”, tuturnya.

Kebanyakan wisata hanya untuk senang-senang saja, namun KOPENA memberikan konsep wisata tanpa meninggalkan unsur religiusitasnya, terlihat pada acara Ziarah kemakam salah satu penyebar agama islam yang ada di Lamongan, imbuhnya.

Canda tawa terlihat di raut wajah para peserta wisata ini, salah satunya Rudi, karyawan pembiayaan dari KC Kusuma Bangsa ini mengaku senang, “biasanya tiap hari kita berurusan dengan nasabah sebagai wujud pengabdian kita kepada KOPENA, tapi kali ini kita di berikan liburan dan hiburan oleh KOPENA. Setidaknya ini dapat menjadi obat bagi kita semua dari beban kerja”, tuturnya.

Di WBL para peserta di persilahkan menikmati obyek wisata yang ada, mulai dari kebun binatang, Goa dan beberapa wahana yang ada di lokasi tersebut. Mulai dari wahana adu ketangkasan, uji nyali hingga beberapa tempat musium.Hampir seharian penuh para peserta beraktivitas di WBL, sebelum kembali bertolak kembali ke kota tercinta (Pekalongan).

 

 

 

 

 

 

 

RAT KOPENA KE 21

Surel Cetak PDF

RAT KOPENA KE 21

“LUAR BIASA. Baru kali ini saya melihat peserta RAT yang begitu ramai,” kata dr. H. Basyir Ahmad, Walikota Pekalongan, disambut tepuk sorak hadirin. Fenomena ini menandakan KOPENA layak dikategorikan koperasi terbaik. “Memang banyak koperasi di Pekalongan. Tapi yang terbaik hanya ada 2. Salah satunya ya KOPENA. Saya yakin ke depan Kopena mampu menggerakkan ekonomi

Tak ubahnya KOPENA, koperasi yang sudah berjalan selama 21 tahun, Kamis lalu, 19 Februari 2015 lalu menggelar RAT di gedung Convention Center HA Djunaid Kawasan Kompleks Ponpes Modern Alquran Buara RAT ke 21 ini mengundang kurang lebih 1000 undangan, dari unsur Pemerintahan, Ormas, kolega, pengurus, pengawas dan semua anggota Koperasi.

 

 

Koperasi Pemuda Buana (KOPENA) salah satu koperasi terbesar kedua setelah Kospin Jasa mampu bertahan hingga 21 tahun ini. Reputasi ini bukan berarti menjadikan KOPENA harus terlena, namun itu sebagai cambuk untuk memicu semangat pengurus dan anggota untuk meningkatkan mutu dan kualitas serta kepercayaan terhadap nasabah.

HM. Saelany Machfudz dalam sambutannya mengutarakan, “situasi ekonomi pada tahun 2014 mengalami pelambatan. Bahkan persaingan pun semakin ketat dengan banyaknya lembaga keuangan yang beroperasi di Kota Pekalongan. Sehingga kami harus meningkatkan SDM serta menanamkan kepercayaan kepada nasabah. Sistem IT yang kita miliki sangat mendukung dengan adanya SMS Geatway dan nantinya harapannya agar semua marketing menggunakan tablet agar lebih mempermudah dalam transaksi,” tuturnya.

Selain itu, “meski situasi ekonomi tahun 2014 mengalami pelambatan, namun kinerja Kopena, tergolong bagus. Dibuktikan dengan asset Kopena tahun 2013 sebesar 65 Miliar lebih, namun di tahun 2014 mengalami penambahan menjadi Rp 85 Miliar. Semoga di tahun 2015, asset Kopena bisa mencapai 125 Miliar,” imbuhnya.

Dengan beberapa penambahan usaha yang di bangun oleh Kopena melalui wadah PT. Albaika yang bertempat di Jl. Hos Cokroaminoto No. 278 Kuripan Lor. Usaha yang di ada diantaranya jasa umroh dan haji (KBIH Assalamah Kopena), Buana Proteksi (jasa Asuransi),dan yang sebentar lagi akan di buka yaitu Albaika Tour/ Assalamah Tour & Travel.

Perkembangan Kopena hingga saat ini mendapat apresiasi lebih dari Wali Kota Pekalongan. Wali Kota M Basyir Ahmad menyatakan, apresiasinya kepada Kopena. “Di saat kondisi perekonomian yang serba sulit, Kopena mampu eksis, bahkan semakin berkembang. Kami apresiasi, mulai dari pengurus, pengawas maupun anggotanya,” ucapnya.

Bukan hanya itu, “Perkembangan Kopena juga kami rangkum dalam buku Sukses History kepemimpinannya dalam memimpin Kota Pekalongan yang di terbitkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan. Buku ini juga kan saya serahkan kepada bapak H. M. Saelany sekaligus orang pertama yang menerima buku ini dari saya,” imbuhnya.

 

Selain itu, apresiasi juga di berikan dari Dekopinda Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya bapak Laksono. Kopena selama dipimpin HM Saelany Machfudz, bisa di katakan Kopena menjadi koperasi yang sehat. Itu dibuktikan dengan melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) dengan tepat waktu.

Bima Kartika, SH MSi mewakili Kepala Disperindagkop Jateng menyampaikan, bila Pemprov Jateng sangat mendukung pertumbuhan UMKM dan koperasi. Itu dibuktikan dengan diterbitkannya Perda Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, serta Perda tentang Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida).

Semua apresiasi yang di berikan adalah cerminan bahwa Kopena mampu menjaga amanah yang di berikan oleh anggota dan nasabah. Selain itu menjadi harapan semua pengurus, pemerintah dan anggota agar kopena selalu menjadi Koperasi kebanggaan warga masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Untuk mencapai semua itu perlu adanya kerjasama dari semua pihak.

RAT yang berlangsung hampir satu hari ini juga dilangsungkan pengundian hadiah tabungan GEMERLAP SUKARELA dengan hadiah utama Umroh. Selain itu      juga ada sepeda motor, mesin cuci, kulkas, dan beberapa hadiah lainnya.

Owner muda Perkasa menangkan Umroh Gratis

Surel Cetak PDF

 

Owner Bus Muda Perkasa, H Fauzi Falas memenangkan umroh gratis, saat pembukaan tabungan Gemerlap Sukarela di gedung Djunaid, dalam acara rapat anggota tahunan koperasi setempat, belum lama ini.

Pengundian umroh dilakukan oleh Walikota, dr HM Basyir Ahmad yang didampingi oleh Ketua Umum KOPENA , HM Saelany Machfudz. Disaksikan oleh, Kabag Pemberdayaan Disperindagkop Jawa Tengah, Ketua Dekopinwil Jateng, Ketua DPRD Kota Pekalongan Hj Balgis Diab, pejabat dinas pekalongan, para ulama dan ratusan anggota yang hadir pada saat itu.

Namun untuk penyerahan hadiah dilaksanakan di tempat terpisah, Sabtu (28/02) di lantai 2 aula KOPENA Pusat di Jl Hosckroaminoto No. 77 Landungsari Kota Pekalongan.

Bos Bus Muda Perkasa, H Fauzi Falas mengaku beruntung mendapat kesempatan perjalanan Umroh ke tanah suci. “Saya menaruh kepercayaan yang besar terhadap Kopena, dengan dibuktikannya melalui peningkatan jumlah tabungan simpanan sukarelanya setiap tahunnya, terbukti dari dirinya memperoleh undian sukarela kopena yaitu berupa Umroh gratis dari Kopena,” ucapnya.

Humas Kopena, Sufi Akbar mengatakan, selain hadiah umroh. Pihaknya juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi anggota dan calon anggota yang ikut tabuangan Gemerlap Sukarela. Diantaranya sepeda motor, televisi, mesin cuci, lemari es dan puluhan hadiah lainnya.

“Hadiah UMROH ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta dari anggota maupun calon anggota yang sekarang berjumlah 50.000 an orang dalam memanfaatkan jasa simpanan di 13 kantor pelayanan Kopena,” bebernya.

Sufi mengaku, bertekad terus meningkatkan pelayanan bagi anggota dan calon anggotanya. Salah satu wujud peningkatan layanan tersebut adalah tahun ini memberikan hadiah UMROH Gratis bagi peserta Tabungan Gemerlap Sukarela.

“Padahal sebelumnya setiap tahun memberikan hadiah sepeda motor, sekarang meningkat menjadi Umroh gratis,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam perjalanannya, Kopena selalu melakukan inovasi produk-produk Kopena supaya calon anggota atau anggota agar mempunya variasi produk-produk Kopena diantaranya Tabungan suka-suka, Tabungan si qurma, Tabungan Tamara Berencana, dan ada juga penyempurnaan Simpanan Harian yang bisa diambil sewaktu waktu dengan memakai tanda penerimaan khusus.

“Produk ini merupakan wujud pelayanan Prima bagi kalangan pedagang dan pengusaha,” pungkas Sufi

Radar  pekalongan

Halaman 1 dari 6