Anda berada di halaman : Berita

Berita

Kontribusi nyata kepada masyarakat , hantarkan KOPENA raih Penghargaan yang ke 6.

Surel Cetak PDF

Kontribusi nyata kepada masyarakat , hantarkan KOPENA raih Penghargaan yang ke 6.

 

Baru-baru ini KOPERASI PEMUDA BUANA mendapatkan penghargaan  Indonesia Quality Innovation Service Award 2015. Kategori the best cooperation in microfinance service of the year 2015. Penghargaan yang ke  6 kalinya diterima oleh  KOPENA, sebelumnya  berhasil meraih penghargaan “ sebagai koperasi pemasaran terbaik tingkat nasional, Bakti Koperasi dan UMKM yang diberikan oleh Ali Marwan Hanan selaku Menteri Koperasi pada waktu itu, ASEAN Executive Development Golden Award , dan duakali mendapatkan Satya lencana Wira Karya yang langsung diberikan Soesilo Bambang Yudoyono , Presiden RI  pada  puncak peringatan hari Koperasi .

Bertempat di Hotel Sahid Jakarta , 26 Juni 2015 ,  Indonesia Development Achievement Foundation, merupakan Lembaga Independent, non-Politik dan nir-Laba yang selama ini melakukan hal-hal yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia, melalui pemberian penghargaan kepada figure dam tokoh masyarakat. Dengan membentuk Panitia dan dibantu oleh Tim Pengamat, Indonesia Development Achievement Foundation  memilih figure dan tokoh untuk diberikan penghargaan kepada para pelaku usaha dalam pembangunan di segala bidang, baik di lingkungan pemerintahan maupun swasta yang telah memberikan kontribusi dan karya nyata dalam pembangunan.

Selain Ketua Umum KOPENA beberapa  perusahaan dan lembaga juga memperoleh penghargaaan tersebut , diantaranya : Dr. Duta Liana, Mars (Direktur Utama RS Pertamina Jaya), Dr. H. Hermanto Suaib , MM (Rektor Universitas Muhamadiyah Sorong ), Dra. Hj Rosman Ms, M.Pd.I (Ketua Yayasan Pondok Pesantren Diniyah Al Azhar Jambi), DR. ALFAJRI ISMAIL, M.Si (Direktur HSP Academy), H. Muchammad KHOIRI AR (Direktur Utama PT. Nurahma Aulia Abadi.), Yunus Suprayogi (GM Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya) ,Bachtiar Rizky Akbar (Dirut  PT Wong Akbar Indonesia) , Muhammad Munir, M.ssc (GM Sheraton Mustika Yogyakarta), Rudi Parlinggoman Sinurat (Dirut CV Taisi Corporation), Ira Puspadewi (Dirut PT .Sarinah persero), dan Komang Rasmini (GM Habitat @ hyarta/)

Pencapaian KOPENA layak  diperhitungkan untuk memperoleh penghargaan. Mengingat KOPENA sebagai lembaga yang bergerak di jasa keuangan telah melayani  puluhan ribu  anggota dan calon anggota  yang sangat luas. Dari pedagang kecil  pasar tradisional yang dulunya  minim dukungan perbankan , hingga  meminimalisir  adanya praktek-praktek rentenir, selain itu lahirnya KBIH ASSALAMAH yang merupakan pendampingan pelayanan jamaah haji dalam proses persiapan pembimbingan ritual haji di Tanah suci  telah membantu  ribuan calon jamaah haji semenjak berdiri.

 

 

 

Program Safari ngaji Batik TV Hadir di KOPENA

Surel Cetak PDF

Program Safari ngaji Batik TV Hadir di KOPENA

 

Sabtu, (30/5) segenap karyawan dari 13 kantor cabang Kopena bertemu dalam acara rutinan bagi para karyawan. Keistimewaan acara pada kali ini yaitu di siarkan di Batik Tv dalam acara “Safari Ngaji”.

Menurut Ihson (Ketua Paguyuban), “kegiatan yang yang kami selenggarakan dengan tujuan mengakrabkan dan saling mengenal lebih dalam keluarga besar Kopena ini sudah berlangsung sejak lama. Dan ini sudah menjadi rutinita

Selain menjadi rutinitas tersendiri wadah ini sebagai ajang mencari ilmu dalam bidang religi. Baik dalam bentuk kajian ataupun doa bersama. Seraya mendekatkan diri pada sang Kholiq, sebagai obat hati dan ketenangan pikiran. Terlebih pertemuan ini merupakan pertemuan yang dilaksanakan jelang ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1436 H.

Sepertihalnya pertemuan biasanya, kali ini kita mendengarkan tausiah dari KH. Romadon Abdul Jalil yang merupakan salah satu Katib  PCNU Kota Pekalongan dan Sekretaris Kopena. Serta kita di temani dari Crew Batik Tv yang mendokumentasikan dan akan di tayangkan pada program Safari Ngaji,” imbuhnya.

Beberapa hal yang disampaikan oleh KH. Romadhon Abdul Jalil dalam tausiahnya mengingatkan kita akan puasa yang baik dan kiat menjalankan kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan menjadi penyejuk kalbu para hadirin sekalian.

Rizal salah satu karyawan Kopena menuturkan bahwa acara yang di selenggarakan oleh paguyuban ini sangat memberikan manfaat bagi dirinya.

“Acara semacam ini bagi sya sangat di butuhkan, karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang keislaman. Apa lagi saya yang kurang begitu dekan dengan nuansa religius, setidaknya dapat belajar dari acara semacam ini untuk lebih meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Antusias dari peserta juga menambah keakraban dan keingin tahuan tentang keislaman menjadikan acara ini akan selalu dilaksanakan oleh keluarga besar Kopena. Serta diharapkan dapat memberikan manfaat dan berokah tersendiri baik bagi Kopena maupun porsenal masing-masing.

KSU Tandangsari Sumedang Berkunjung Ke Kopena

Surel Cetak PDF

Sebagai salah satu koperasi terbesar di kota Pekalongan sudah seharusnya Kopena membangun persaudaraan, kemitraan dan silaturahmi dengan koperasi lain. Tak jarang Kopena berkunjung ataupun di kunjungi oleh beberapa koperasi baik yang berada di Pekalogan sendiri ataupun dari luar Pekalongan.

Itu semua dilakukan untuk saling berbagi ilmu antar koperasi sebagai pengembangan pelayanan, program hingga peningkatan SDM. Sepertihalnya beberapa bulan lalu Kopena kedatangan tamu dari Aceh, Medan, Jogja serta yang terbaru ini dari Sumedang Jawa Barat.

Tamu dari yaitu dari KSU Tandangsari kota Sumedang Jawa Barat dengan ketua rombongan bapak Pupung sampai di Kopena pada Senin (1/6/2015) lalu. Agenda yang sudah lama direncanakan oleh KSU Tandangsari ini sebagai ajang untuk bersilaturahmi dan mencari ilmu ke berbagai koperasi yang berkembang dan sudah besar, salah satunya KOPENA yang ada di kota Pekalongan.

Pak Pupung, koordinator rombongan, “kami melihat dari beberapa blog dan pemberitaan media yang ada di internet tentang Kopena dan pencapaian pengembangan yang di lakukan Kopena, sehingga kami penasaran dan ingin belajar banyak dari Kopena,” tuturnya.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 6 jam, rombongan sampai di Kota Batik pada pagi hari, dan menuju Kopena pada pukul 8 pagi.

Kami tidak salah pilih, Kopena sebagai salah satu koperasi yang kami kunjungi. Segudang prestasi dan penghargaan dari pemerintah menjadikan kami yakin bahwa Kopena patut di jadikan tauladan bagi KSU kami,” imbuhnya.

Di sisi lain, kunjungan yang di lakukan oleh KSU Tandangsari kota Sumedang ini juga memberikan manfaat bagi Kopena sebagai Koperasi yang di kunjungi.

H. Saelany dalam sambutannya menyampaikan, “kami sangat berterima kasih karena telah di kunjungi oleh KSU Tandangsari serta mau belajar bersama dan berbagi ilmu kepada kami. Karena mengingat perjalanan yang di lakukan Kopena baru 21 tahun, bisa di katakan perjalanan kami masih panjang dan juga butuh banyak belajar dari koperasi lain,” tuturnya.

Shering yang berjalan kurang lebih sekitar 2 jam lebih ini dapat memberikan manfaat tersendiri dari keduanya, antara Kopena dan KSU Tandangsari. Sehingga perlu rasanya bagi Koperasi untuk saling berbagi ilmu dan belajar bersama untuk menciptakan ekonomi kerakyatan yang lebih maju melalui koperasi.

ASSET KOPENA CAPAI 105 MILYAR RUPIAH

Surel Cetak PDF

 

RESMIKAN GEDUNG BARU DI COMAL

ASSET KOPENA CAPAI  105 MILYAR RUPIAH

 

 

Koperasi Pemuda Buana Kopena telah meresmikan  gedung baru di comal pada awala juni lalu. Gedung berlantai dua yang cukup representative dengan tempat parkir yang luas ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada anggota dan calon anggota, demikian Saelany Machfudz dalam sambutannya. Kantor Kopena Comal yang telah berdiri sejak 23 Agustus 2010 yang lalu menurutnya sampai saat ini kurang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan Kopena secara keseluruhan. Padahal potensi ekonomi didaerah tersebut cukup bagus. Dari total asset Kopena sebesar Rp. 105 Milyar kantor comal hanya masih memberikan kontribusi sekitar 3 %. Oleh karena itu harapannya dengan menempati gedung baru tersebut perkembangannya akan berubah secara signifikan lebih-lebih kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat. Menurutnya lembaga keuangan modalnya adalah kepercayaan, oleh karena itu kejujuran dan sifat amanah bagi para pengelola telah ditanamkan sejak koperasi ini berdiri. Termasuk perhatian terhadap performa kantor diseluruh cabang yang sekarang jumlahnya sebanyak 13 buah, demikian Saelany Machfudz.

Produk-produk simpanan dan tabungan yang ditawarkan kepada anggota dan calon anggota sangat beragam dari mulai Simpanan sukarela, tabungan haji dan umroh, simpanan berjangka, tabungan juwita (Jumpa wisata), tabungan ziarah, tabungan hari raya, tabungan untuk qurban dan tabungan siswa. Untuk pembiayaan atau bantuan modal kepada anggota dan calon anggota sebagai kelompok UMKM di Comal menurut Saelany Machfudz baru menyerap dana sekitar Rp. 4 Milyar, sehingga masyarakat Comal masih memiliki peluang untuk mengakses modal usaha melalui Kopena.

Kopena sejak tahun 1997 telah memiliki usaha jasa haji dan umroh, sehingga telah mendapat kepercayaan yang besar dari masyarakat sekitarnya. Untuk pelayanan umroh menurut Saelany menerapkan strategi 4 Pasti. Pertama peserta pasti diberangkatkan, kedua pasti fasilitasnya sesuai yang dijanjikan, baik jenis pesawat, hotel maupun keteringnya. Ketiga peserta pasti dibimbing langsung oleh Ulama/Kiyai setempat. Bagi masyarakat Comal dapat dibimbing langsung oleh Kiyai setempat asalkan jumlah peserta memenuhi kuota yang ditentukan.

Sabar Imam, mewakili Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Pemalang menyampaikan, sesungguhnya banyak hal kelebihan pelayanan dari lembaga koperasi, karena kalau sudah menjadi anggota berarti sebagai pemilik dan pengguna. Oleh karena itu secara langsung siapapun pengurusnya oleh anggotanya harus dipercaya. Apalagi Kopena ini pengurusnya adalah dari orang-orang terpercaya. Apalagi Kopena telah berdiri 20 tahun yang lalu setidaknya telah teruji, dan dalam pengabdian kepada masyarakat telah mendapatkan berbagai penghargaan baik dari Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional Bidang Pemasaran Tahun 1999 dan bidang Jasa Tahun 2010 dan Ketua Umumnya mendapat penghargaan dari Kementerian Koperasi  dan UKM berupa Tokoh Bhakti Koperasi,  dari presiden RI berupa Satya Lencara Wira Karya, sedangkan  dari tingkat Asean berupa Asean Executive Development Golden Award Tahun 2004.

TABUNGAN ZIARAH KOPENA TAHAP KE 25

Surel Cetak PDF

TABUNGAN ZIARAH KOPENA TAHAP KE 25

Program Ziarah yang sudah lama berjalan ini memiliki manfaat yang luar biasa, baik bagi para nasabah juga bagi KOPENA. Selain sebagai tabungan masa depan, juga sebagai wahana wisata religi bagi para nasabah yang mengikutinya. Paling utama, kegiatan ziarahnya geratis tanpa biaya bagi para nasabah program ini. dan yang terpenting, uang nasabah masih tetap utuh tanpa ada potongan.

Menurut Ihson (Panitia), “ini ada pelaksanaan program tabungan Ziarah KOPENA yang ke 25. Pada kesempatan kali ini kurang lebih sekitar 300 peserta yang akan kami ajak untuk berziarah ke Sapuro, Bangkalan, Surabaya, Jombang dan berakhir di Blitar”, tuturnya.

Hampir tiap tahun tabungan Ziarah ini memberangkatkan para nasabah untuk berwisata religi, khususnya ke makam para Waliyullah yang ada di tanah Jawa. Selain sebagai sarana menabung bagi para nasabah, tabungan ini mengajak para nasabah untuk lebih mengenal para pendahulu dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

Jamal (29), warga Tirto Kabupaten Pekalongan, “bagi saya ini sangat menguntungkan bagi para nasabah. Karena selain kita menabung, kita juga dapat bonus berziarah secara geratis. Kedepan insyaallah saya ikut lagi”, tuturnya dalam perjalanan kegiatan ini.

Tak jauh beda dengan Sukma (23), ia ikut bersama ibunya juga merasa senang. Sembari ziarah mengharap berkah, ia dan keluarga juga bisa berwisata.

“saya senang, selain menemani ibu dan adik berziarah ke makam para ulama dan pendiri bangsa, saya juga bisa berlibur. Itung-itung refreshing.”, tandasnya.

Pada kesempatan ini, dalam program tabungan Ziarah KOPENA ke 25 KOPENA mengajak para nasabah berkunjung kemakam para aulia dan para pendiri bangsa. Jumat (17/4/2015) lalu rombongan di berangkatkan dari kantor pusat KOPENA. Tak kurang dari 6 bus menuju ke makam Sapuro Kota Pekalongan, Bangkalan Madura, Surabaya, Jombang dan Blitar.

 

Tiap bus yang telah di dampingi oleh panitia dan pembimbing ziarah ini akan melaksanakan Ziarah sebagai salah satu cara untuk mengenal para Aulia dan pendiri Bangsa. Mulai dari makam Sapuro yaitu makam dari Habib Ahmad bin Abdullah Al-Attas yang merupakan sesepuh ulama Pekalongan. Beliau memiliki andil yang sangat besar bagi perkembangan islam yang ada di Pekalongan.

Bukan hanya jamaah dari Pekalongan yang berkunjung ke makam Sapuro, namun banyak rombongan dari luar Pekalongan yang berkunjung pula kemakam ini. Sebab Habib Ahmad merupakan salah satu ulama besar yang ada di Indonesia, oleh sebab itu kita selaku warga Pekalongan setidaknya dapat meniru dan mengenal beliau melalui kegitan ziarah ini.

Perjalanan berlanjut menuju tujuan kedua yaitu Bangkalan Madura ke makam kyai besar yang begitu terkenal dan banyak memberikan sumbangsih terhadap islam dan bangsa ini. kyai yang sering di sapa mbah Kholil asal bangkalan. KH Kholil Bangkalan Maduralahir pada hari Selasa tanggal 11 Jumadil Akhir 1235 H atau 27 Januari 1820 M, anak dari KH. Abdul Lathif (salah satu keturunan dari sunan Gunung Jati) seorang Kyai di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, ujung Barat Pulau Madura, Jawa Timur. Ia adalah sosok kyai yang memberikan pesona luar biasa kepada Islam di masa itu. Mbah kholil adalah guru dari KH. Hasyim Asy’ari, Pendiri Pesantren Tebu Ireng.

Tujuan ketiga menuju ke makam Sunan Ampel (salah satu Wali Sembilan) di Surabaya. Sunan Ampel yang merupakan keturunan Maulana Magribi adalah sosok orang yang berilmu tinggi dan alim, sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama Islam. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia, suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial.

 

Usai dari makam Sunan Ampel, rombongan berlanjut ke makam keluarga besar KH. Hasyim Asari (Pendiri NU) dan pejuang kemerdekaan di Jombang. Di makam ini pula terdapat makam bapak Pluralisme kita yaitu KH. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI ke 4). Perjalanan rombongan di tutup dengan ziarah makam Ir. Soekarno (Sang Proklamator dan Presiden RI pertama) yang berada di daerah Blitar Jawa Timur.

Program Ziarah yang sudah lama berjalan ini memiliki manfaat yang luar biasa, baik bagi para nasabah juga bagi KOPENA. Selain sebagai tabungan masa depan, juga sebagai wahana wisata religi bagi para nasabah yang mengikutinya. Paling utama, kegiatan ziarahnya geratis tanpa biaya bagi para nasabah program ini. dan yang terpenting, uang nasabah masih tetap utuh tanpa ada potongan.

Menurut Ihson (Panitia), “ini ada pelaksanaan program tabungan Ziarah KOPENA yang ke 25. Pada kesempatan kali ini kurang lebih sekitar 300 peserta yang akan kami ajak untuk berziarah ke Sapuro, Bangkalan, Surabaya, Jombang dan berakhir di Blitar”, tuturnya.

Hampir tiap tahun tabungan Ziarah ini memberangkatkan para nasabah untuk berwisata religi, khususnya ke makam para Waliyullah yang ada di tanah Jawa. Selain sebagai sarana menabung bagi para nasabah, tabungan ini mengajak para nasabah untuk lebih mengenal para pendahulu dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

Jamal (29), warga Tirto Kabupaten Pekalongan, “bagi saya ini sangat menguntungkan bagi para nasabah. Karena selain kita menabung, kita juga dapat bonus berziarah secara geratis. Kedepan insyaallah saya ikut lagi”, tuturnya dalam perjalanan kegiatan ini.

Tak jauh beda dengan Sukma (23), ia ikut bersama ibunya juga merasa senang. Sembari ziarah mengharap berkah, ia dan keluarga juga bisa berwisata.

“saya senang, selain menemani ibu dan adik berziarah ke makam para ulama dan pendiri bangsa, saya juga bisa berlibur. Itung-itung refreshing.”, tandasnya.

Pada kesempatan ini, dalam program tabungan Ziarah KOPENA ke 25 KOPENA mengajak para nasabah berkunjung kemakam para aulia dan para pendiri bangsa. Jumat (17/4/2015) lalu rombongan di berangkatkan dari kantor pusat KOPENA. Tak kurang dari 6 bus menuju ke makam Sapuro Kota Pekalongan, Bangkalan Madura, Surabaya, Jombang dan Blitar.

 

Tiap bus yang telah di dampingi oleh panitia dan pembimbing ziarah ini akan melaksanakan Ziarah sebagai salah satu cara untuk mengenal para Aulia dan pendiri Bangsa. Mulai dari makam Sapuro yaitu makam dari Habib Ahmad bin Abdullah Al-Attas yang merupakan sesepuh ulama Pekalongan. Beliau memiliki andil yang sangat besar bagi perkembangan islam yang ada di Pekalongan.

Bukan hanya jamaah dari Pekalongan yang berkunjung ke makam Sapuro, namun banyak rombongan dari luar Pekalongan yang berkunjung pula kemakam ini. Sebab Habib Ahmad merupakan salah satu ulama besar yang ada di Indonesia, oleh sebab itu kita selaku warga Pekalongan setidaknya dapat meniru dan mengenal beliau melalui kegitan ziarah ini.

Perjalanan berlanjut menuju tujuan kedua yaitu Bangkalan Madura ke makam kyai besar yang begitu terkenal dan banyak memberikan sumbangsih terhadap islam dan bangsa ini. kyai yang sering di sapa mbah Kholil asal bangkalan. KH Kholil Bangkalan Maduralahir pada hari Selasa tanggal 11 Jumadil Akhir 1235 H atau 27 Januari 1820 M, anak dari KH. Abdul Lathif (salah satu keturunan dari sunan Gunung Jati) seorang Kyai di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, ujung Barat Pulau Madura, Jawa Timur. Ia adalah sosok kyai yang memberikan pesona luar biasa kepada Islam di masa itu. Mbah kholil adalah guru dari KH. Hasyim Asy’ari, Pendiri Pesantren Tebu Ireng.

Tujuan ketiga menuju ke makam Sunan Ampel (salah satu Wali Sembilan) di Surabaya. Sunan Ampel yang merupakan keturunan Maulana Magribi adalah sosok orang yang berilmu tinggi dan alim, sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama Islam. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia, suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial.

 

Usai dari makam Sunan Ampel, rombongan berlanjut ke makam keluarga besar KH. Hasyim Asari (Pendiri NU) dan pejuang kemerdekaan di Jombang. Di makam ini pula terdapat makam bapak Pluralisme kita yaitu KH. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI ke 4). Perjalanan rombongan di tutup dengan ziarah makam Ir. Soekarno (Sang Proklamator dan Presiden RI pertama) yang berada di daerah Blitar Jawa Timur.

SILATURAHMI KOPERASI : PKP-RI Kota Medan dan KAFANA dari Jogyakarta ke KOPENA

Surel Cetak PDF

PKP-RI kota Medan dan KAFANA sama-sama menjalin silaturahmi kepada KOPENA untuk saling belajar dalam bidang pengembangan koperasi. Hal tersebut di sambut hangat oleh ketua umum KOPENA beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, H. M. Saelany menuturkan, “Kami dari Kopena merasa bahagia dan bangga karena telah mendapat kunjungan dari teman-teman koperasi. Dengan adanya silaturahmi ini adalah sarana pembelajaran bagi koperasi yang kita bangun.

Kunjungan yang dilakukan pertama kali ini oleh PKP-RI kota Medan dan KAFANA ke KOPENA ini diharapkan menjadi spirit tersendiri bagi semuanya untuk dapat mengembangkan koperasi dan membangun sistem yang lebih baik lagi.

Menurut Junaidi, Msi selaku ketua rombongan PKP-RI Kota Medan, “ kami disini akan lebih banyak menimba ilmu dari KOPENA, megingat kemajuan yang telah di capai oleh KOPENA belum bisa di lakukan oleh kami. Sehingga kami harus belajar agar bisa seperti KOPENA dan KOSPIN JASA selaku raksasa koperasi yang ada di Pekalongan,” tuturnya.

Banyaknya koperasi yang kurang berkembang dan tidak maju salah satunya karena kurangnya pembelajaran dan memiliki SDM yang memadai. Sehingga menurut kami, wajar jika sudah saatnya kami berbenah dan belajar dari koperasi-koperasi besar di luar kami, imbuhnya.

Ini bukan kunjungan pertama bagi KOPENA, namun dari kunjungan-kunjungan ini pula KOPENA dapat mengevaluasi diri dan berkembang demi kemaslahatan bersama. Karena dengan adanya kunjungan, dirasa sebagai guru dan ilmu baru bagi perkembangan koperasi.

Disisi lain tak jauh beda yang di sampaikan oleh ketua rombongan dari KAFANA, Sunyoto,” koperasi ini (KOPENA) yang telah di gagas oleh sahabat-sahabat ANSOR terdahulu masih berdiri kokoh. Sehingga kami dari KAFANA (PAC ANSOR di salah satu wilayah Jogja) sudah sepantasnya kami belajar dan menjalin silaturahmi dengan KOPENA.

Halaman 1 dari 7