Anda berada di halaman : Berita

Berita

Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pelatihan Karyawan (Harlah 21 Th KOPENA)

Surel Cetak PDF

MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN MENUJU KOPENA BARU

Sebagai upaya untuk mendewasakan diri, Kopena menyelenggarakan pelatihan khusus karyawan dan karyawati pada tanggal 8-9 November yang lalu. Pelatihan yang di selenggarakan di aula gedung Kopena Pusat ini di ikuti oleh karyawan-karyawati Kopena dari 12 kantor cabang. 29 karyawan-karyawati Kopena bagian Frontliner dan Back Office pada hari sabtu tanggal 8 November. Sedangkan pelatihan bagi 52 Marketing di selenggarakan hari ahad 9 November 2014.

“Penyelenggaraan pelatihan ini bertujuan agar karyawan dan karyawati lebih meningkatkat kualitas dan mutu pelayanan kepada nasabah. Materi yang di sampaikanpun beragam, di bedakan berdasarkan bagian kerja. Hal itu sebagai tambahan materi ilmu bagi karyawan dan karyawati ketika dilapangan.” Tutur bu Henni Purworini (Kadiv Umum dan Pemasaran Kopena).

Selain itu, “dengan adanya pelatihan ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi bagi para karyawan dan karyawati Kopena yang berasal dari berbagai kantor cabang. Hampir semua dari 12 kantor cabang mengirimkan karyawannya mengikuti pelatihan yang diadakan di aula kantor Kopena pusat.”, Imbuhnya.

Acara yang di selenggarakan oleh Kopena Pusat dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan ini menjadi hal yang sangat penting bagi perkembangan Kopena kedepan. Sebab dengan usia yang menginjak 21 tahun setidaknya harus lebih baik guna meningkatkan kepercayaan yang telah di berikan oleh nasabah selama ini. Hal itu harus sejalan dengan Visi yang di emban oleh Kopena, yaitu “Menjadi Koperasi Kebanggan dan Bermanfaat Bagi Umat”.

Untuk mencapai hal tersebut  HM Saelany, Ketua Umum Kopena dalam sambutannya menegaskan “ Pelatihan ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kopena kepada nasabah. Sebab di usia yang sudah dewasa ini, kita harus bisa menganalisa segala kekurangan kita dan memperbaikinya”.

“Dengan demikian karyawan dan karyawati Kopena setidaknya dapat menjadikan pelatihan ini sebagai spirit untuk menyongsong Kopena yang lebih baik. Sebab kesejahtraan karyawan dan karyawati bukan di tangan Kopena, melainkan berada pada kinerja Karyawan dan karyawati serta kepercayaan dari nasabah. Semakin bagus kinerja pelayan kita, semakin besar pula kepercayaan nasabah kepada Kopena dan insyaallah berimbas kepada kesejahtraan kita bersama.” imbuhnya.

Suatu perusahaan sudah seharusnya melakukan evaluasi dan pelatihan guna pengembangan sebuah usaha. Dengan adanya evaluasi sekala berkala, perusahaan akan selalu mencoba memakai terobosan-terobosan baru ataupun strategi baru agar usahanya semakin berkembang. Selain itu fungsional pelatihan karyawan adalah sebagai peningkatan SDM yang ada dalam sebuah perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan akan lebih mudah untuk mengevaluasi dan menerapkan setrategi baru.

Pelatihan yang di selenggarakan selama dua hari menyuguhkan materi tentang Pelayanan, Teknik Survai, Teknik Penagihan, Pembiayaan, dan Praktik/ simulasi. Setidaknya dengan adanya pelatihan ini, dapat di optimalkan guna meningkat kualitas  dan pelayanan.

 

Koperasi Maju, Butuh empat Hal ( Sharing Strategi membangun Koperasi bersama Ketum Kospin Jasa di Harlah 21 th KOPENA)

Surel Cetak PDF



Koperasi Maju, Butuh Empat Hal(sharing strategi membangun Koperasi bersama Ketua Umum Kospin Jasa di Harlah ke 21th KOPENA)

KOTA - Untuk menjadi koperasi yang mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya, sehingga menjadi maju. Dibutuhkan empat hal, ucap Ketua Umum Kospin Jasa, HM Andi Arslan Djunaid dalam rangka sharing 'strategi membangun koperasi masa depan bersama karyawan Kopena, dalam rangka hari jadi Kopena yang ke 21 di kantor koperasi setempat di jalan Hos Cokroaminoto, kemarin.

"Empat hal itulah yang saya terapkannya sejak menjadi ketua Umum Kospin Jasa dua tahun lalu, hingga bisa membuat kospin jasa menjadi semaju sekarang memiliki kantor cabang sebanyak 112 kantor di seluruh Indonesia," bebernya.
"Saya berbicara berdasarkan pengalaman saya memimpin kospin jasa selama dua tahun, selama masa pimpinan saya, ada 4 hal yang saya tanamkan, yang pertama adalah sumber daya manusia yang mumpuni, oleh karena itu saya membangun pusdiklat Kospin Jasa sebagai tempat untuk pelatihan karyawan yang berkualitas."
Yang kedua, lanjut Andi, adalah jaringan yang luas. Maksudnya adalah sebanyak mungkin menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, serta tetap berusaha mempelajari ilmu-ilmu yang berbeda rekan kerjasama.
Yang ketiga adalah menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang baik.
Menurut Andi, dalam kemajuan teknologi yang tinggi suatu perusahaan tidak mungkin terlepas dari TIK, semakin menguasai TIK maka akan semakin mudah dalam memajukan perusahaan.
"Yang terakhir adalah sense of belonging atau rasa memiliki yang loyal, seuatu perusahaan tidak bisa maju jika karyawannya tidak loyal dalam bekerja, tidak mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan. Karena dengan rasa memiliki, karyawan maka akan bekerja dengan sepenuh hati dan total,"lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kopena Kota Pekalongan, Muhammad Saelani Mahfud mengatakan, bahwa menghadirkan ketua umum Kospin Jasa sebagai narasumber, dikarenakan Kospin Jasa merupakan salah satu koperasi terbesar yang dirintis oleh orang Pekalongan asli.
"Reputasi kospin jasa sudah sangat luar biasa. Dari Kospin Jasa, kopena ingin belajar dan mengambil ilmu agar bisa memajukan koperasi kopena agar lebih maju lagi di masa depan,"pungkasnya.

RADAR PEKALONGAN

Wisata Religi Ke Makam Para Wali dan Zikir Akbar bersama KH Arifin Ilham(Ziarah KOPENA ke 24)

Surel Cetak PDF

Wisata Religi Ke  Makam Para Wali dan Zikir Akbar bersama KH Arifin Ilham(Ziarah KOPENA ke 24)

Sabtu, 1 November 2014 lalu Kopena bersama rombongan  Tabungan Ziarah KOPENA berangkat dari kantor Graha Albaika  di Jl. Hos Cokro aminoto No. 278. Rombongan dengan jumlah 250 orang berangkat dengan tujuan Bogor, Jakarta dan Cirebon ini berangkat pukul 15.00 WIB. 5 armada bus di lepas Ketua Umum Kopena, bapak HM Saelany. Pemberangkatan diawali dengan penyamatan pin 21 tahun KOPENA, tanda dimulainya harlah KOPENA ke 21

Dalam kesempatan tersebut bapak H. Saelany menyampaikan “bahwa kegiatan Wisata religi ini salah satu bagian dari rangkaian Harlah Kopena ke 21 dan program Tabungan Ziarah Kopena. Selain itu juga sebagai meningkatkan rasa keimanan kita kepada Allah SWT. Mumpung masih dalam  tahun baru islam, kita tingkatkan munajat kita agar menjadi insan yang lebih baik lagi.

Siraman Rohani Mengawali Perjalanan Ziarah Jama’ah Kopena

Tujuan awal dalam kegiatan Ziarah mengunjungi Takbligh Zikir. Kunjungan ke pemukiman Muslim Az-Zikra di bawah naungan KH Arifin Ilham ini tidak lain untuk mendengarkan tausiah dan Zikir bersama. Peserta diajak untuk berzikir di dalam masjid Az-Zikra. Segala doa dan rangkaian sholat malam begitu menenangkan jiwa para jama’ah hingga waktu sholat subuh tiba. Kultum yang di sampaikan oleh KH Arifin Ilham pagi itu juga begitu menyentuh kalbu.

“Sebagai muslim-muslimah hendaklah kita berzikir agar kita selalu di beri nikmat Allah SWT. Semakin kita cinta kepada Allah, Allah akan semakin cinta kepada kita semua.”tandas KH Arifin Ilham.

Dalam tausiahnya, . juga mengajak kita untuk selalu mendoakan dan menghormati Orang tua kita, guru-guru kita, para kyai dan orang lain. Karena dari mereka kita belajar banyak hal dan dari mereka kita ada.” Imbuhnya.

Usai dari Pemukiman Muslim, rombongan bertolak kemakam mbah Priok yang ada di kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara. Selain itu, sebelum kembali ke Pekalongan rombongan ziarah melanjutkan ke kota Cirebon. Kali ini berkunjung ke makam Sunan Gunung Jati yang termasuk salah satu Wali Songo.

KOPENA Beri Santunan Anak Yatim Piatu

Surel Cetak PDF

KOPENA PUSAT- Aula Lantai 2. Jl Hoscokroaminoto no 77 Landungsari.(3/11/14) dilaksanakan peringatan 10 Muharam yaitu dengan memberi santunan kepada  anak yatim piatu, program tersebut termasuk  diantara rangkaian program rutinan tahunan  Hari Lahir KOPENA yang ke 21. Hadir dalam acara itu , HM Saelany Machfudz( Ketua Umum), H. Nurhamid BA (Ketua I), KH Romadhon Abdul Djalil(Sekretaris I), H.Abu Bakrin (Pengawas), Hj Ninik Muniroh( Bendahara II), karyawan KOPENA,Pos-pos Layanan dan para Kyai yang memimpin jalannya kegiatanTahlilan.

Dalam sambutannya H Saelany Machfudz  menyatakan "Pemberian tersebut untuk mensejahterakan lingkungan sekitar selain di kantor pusat Landungsari, juga diadakan diantara 12 kantor2 KOPENA lain, seperti :  Bantar Bolang, Kedungwuni, Tirto dan Limpung,semoga KOPENA mendapatkan keberkahan, banyak kegiatan yang akan dilaksanakan seperti jalan sehat, pendidikan bagi anggota dan karyawan, upacara, seminar, donor darah, lomba -lomba kantor KOPENA, dan masih banyak lainnya ".

Selayang Pandang Harlah KOPENA

Surel Cetak PDF

SEJARAH KOPENA

(SELAYANG PANDANG)

Sumber : Bahana Pos edisi 2 / Tahun ke 1 /Desember 2013.


Kantor pertama

Menandai Hari lahir KOPENA yang ke 20 tahun, terjadi diskusi panjang tentang keinginan membuat rekam jejak pristiwa 20 tahun yang dilakukan oleh manajemen KOPENA. Tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan, hanya mlihat data-data dan dokumentasi yang sudah ada tidaklah cukup, tapi perlu digali cerminan filosofi dan nuansa kebatinan dari para pelaku yang kita tahu unsur pengabdian dan pengorbanan adalah menjadi pertaruhan segala-galanya. Kita beruntung bahwa bagian dari pemrakasa dan pelaku utama yang kebetulan salah satu pengurus sejak awal berdiri hingga sampai sekarang masih ada, yaitu H.M Saelany Machfudz. Ketika KOPENA berdiri , dia terpilih menjadi ketua pertama, dan langkah awal yang dilakukan adalah menghadap orang tua dan kakak adiknya untuk minta ijin menggunakan rumah yang ada dijalan Hos Cokroamonoto, depan masjid jami' Landungsari Pekalongan, untuk ditempati kantor sebagai modal awal operasional Tidak mudah memang pasalnya akadnya saja hanya pinjam tanpa kompensasi apa-apa dan mau pindah dari rumah kalau KOPENA sudah memiliki uang untuk kotrak kantor. Padahal rumah itu masih menjadi tempat tinggal salah satu keluarganya. Selama 4 tahun menempati rumah bukan waktu yang pendek. Dinamika pergulatan batin, perselisihan pandangan, menyeimbangkan jarak antara keluarga dan para karyawan KOPENA yang seharian dirumah itu bagi HM Saelany Machfudz adalah pengalaman yang tidak dapat dilipakan." hanya minta kiriman doa untuk orang tua saya, bila ada untuk tahlil dan yasinan di KOPENA"' pinta Saelany kepada manajemen KOPENA. Mengingat sosok ayahnya H. Machfudz Soleh, keihklasannya bagi samudra untuk perjuangan KOPENA dan mampu meredam dinamika anak-anaknya yang mungkin tidak sepaham dengan keputusannya dalam meminjami untuk kantor KOPENA

Sejarah awal kepenulisan Selayang Pandang

Sosialisasi dari mushola ke mushola, masjid ke masjid membahanakan kehadiran lembaga Ekonomi yang baru lahir. Oleh karena itu membuat jejak rekam pristiwa yang berujung pada penulisan sejarah KOPENA membutuhkan waktu panjang dan penulusaran cukup mendalam. Atas permintaan dari beberapa pejabat pembina Koperasi baik ditingkat daerah maupun provinsi kepada Ketua Umum KOPENA untuk membuat sejarah tentang KOPENA, diharapkan segera terwujud Mereka berharap agar dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para pemuda dan insan Koperasi lainnya. Potret Kopena dengan bekal tidak memiliki apa-apa hanya  Rp.400.000;( masih berupa kesanggupan para anggota) menjadi aset Rp 62 Miliyar. Dari satu kantor status pinjamnan menjadi sebanyak 12 kantor cabang, dari tidak diperhitungkan  menjadi Koperasi yang beberapa kali mendapat penghargaan baik dari nasional sampai Internasional. Dan sukses dalam sosial kemasyarakatan, khususnya dibidang Haji dan Umroh, memang untuk dicontoh dan diteladani, demikian mereka mengatakannya.Pada hari lahir Kopena yang ke 20 tahun ini penulis masih berkesempatan membuat sekelumit tentang perjalanan KOPENA dalam bentuk selayang pandang. Materi-materinya diambil dari data dan informasi formal yang ada dikantor KOPENA. Tulisan ini sekedar  pelipur sementara dari harapan untuk menunggu penulisan tentang sejarah KOPENA yang lebih sempurna.

Awal perjuangan yang melelahkan

Berawal dari pemikiran, prakasa Pekalongan. HM Saelany Machfudz terpilih sebagai ketua , kebetulan dia sebagai karyawan di Kospin Jasa. Harapannya mampu menularkan ilmu ekonomi dan perkoperasian yang dimiliki kepada KOPENA. Modal awal tercatat Rp. 400.000; dalam bentuk kesanggupan simpanan pokok da wajib dari 100 orang calon anggota yang mendaftar pada saat itu, sehingga masih perlu ditagih door to door . Pada saat pendirian banyak aktivitas di fokuskan diperbagai kegiatan para warga nahdliyin baik di mushola maupun masjid. Pos layanan di semua desa, tapi tidak ada efek kemudian dirubah menjadi 4 kecamatan. Usaha awal yang didirikan adalah pengurusan surat-surat kendaraan bermotor (STNK,SIM) dan buku tulis dengan cover gambar walisongo. Mulai berkantor di jalan Hos Cokro Amionoto depan masjid landung sari Pekalongan atas pinjaman rumah dari H. Machfudz Sholeh, orang tua dari HM Saelany Machfudz. sedang prasarana dan sarana dari beberapa orang . Karyawan selalu gonta -ganti, maklum belum mampu memberi honor, sehingga tidak banyak yang betah. Kecuali yang bertahan sampai ekarang hanya Hj Faila Sulfa. Oleh karena itu HM Saelany Machfudz selaku ketua pada awal-awal pendirian terbebankan mengeluarkan uang pribadinya untuk honor dan beli seragam karyawan.

Perjalanan selanjutnya, nampak mengalami penurunan semangat dikalangan pengurus dengan alasan kesibukan keluarga , maklum tingkat ekonomi mereka (pemuda) masih pada taraf perjuangan dan kebiasaan pengurus selama di organisasi itu, kalau ada satu orang ya maunya tidak peduli." saya merasa ditinggal semdiri hampir tahunan , tidak satupun pengurus dan pengawas yang datang ." keluh HM Saelany kepada Penulis mengenang masa itu . Hanya H. Nurhamid, selaku sekretaris yang kadang monitoring ke kantor sehabis pulang kantor dinas. Kondisi seperti ini menginspirasikan kepada HM Saelany selaku Ketua untuk putar otak dengan melakukan pendekatan kepada beerapa pihak bauk ulama maupun para pengusaha untuk menawarkan gagasan pelayanan bidang haji yang belum tergarap oleh warga nahdliyin. Inisiatif cerdas tersebut disambut baik oleh para ulama dan pada tahun 1995 menggandeng PCNU Kota Pekalongan serta mengundang seluruh ulama antara lain : KH Ghufron Achid, KH Zaenuri Zaenal Mustofa, KH Mudzakir Ashuri , KH Akrom Sofwan , KH Sakdullah Nahrowi , KH Maskur dan para ulama lainnya memproklamirkan berdirinya KBIH ( Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Assalamah(KBIH) KH Mudzakir Asyhuri mengusulkan nama ASSALAMAH untuk nama KBIH itu, akhirnya dapat disepakati di forum. Ketika itu oleh PCNU Pengelolaannya justru diserahkan sepenuhnya kepada KOPENA, dengan alasan jika terjadi apa-apa yang tidak diinginkan dampaknya kepada NU nya . Layanan haji disamping untuk tawawun ( membantu ) tapi juga kemajuan secara signifikant bagi KOPENA karena berhubungan dengan tingkat masyarakat yang tingkat ekonominya banyak yang mapan.

Dinamika Organisasi, Manajemen dan Usaha

Pada tahun 1995 di Forum RAT disahkan perubahan susunan pengurus, pengurus yang tidak aktif diganti oleh pengusaha yang dianggap bisa menambah tingkat kepercayaan masyarakat. Selanjutnya mengaktifkan salah satu pembantu pengurus H. Masykur Makmun, Bsc untuk menjadi ful timer dengan posisi pimpinan Staf.

(Periode 1994-1996)berbagai peluang banyak ditawarkan kepada KOPENA, termasuk ditunjuk oleh Departemen Koperasi Pusat untuk mengelola Sentral Kulakan Koperasi(senkuko). Untuk memfasilitasi anak-anak anggota dan calon anggota agar siap meningkatkan kemampuan pendidikannya , kemudian diputuskan lembaga Biambingan Belajar denga lisensi IPIEMS. Disamping usaha simpan pinjam sebagai usaha core utamanya tetap menjadi prioritas. Atas keberhasilan semuanya KOPENA telah menerima penghargaan : Koperasi berprestasi tingkat Nasional Bidang Pemasaran 1999. Dan pada tahun 1997 dianggap sudah memiliki dana, Kopena berani kontrak kantor dijalan Pringlangu Buaran pada akhir tahun 1999, dan baru bisa beli rumah yang rehap menjadin kantor dijalan Hos Cokroaminoto 77.

( Periode tahun 1997-1999) Pada tahun-tahun selanjutnya kepercayaan terhadap KOPENA semakin besar termasuk dari pemerintah dalam hal ini kementrian Koperasi yang telah memberikan modal awal Pendanaan (MAP) sebesar Rp. 300.juta dan KOPENA dijadkan sebagai proyek percontohan . Sebagai Konsekwensinya KOPENA harus membuka kantor di kawasan kerajinan ATBM di Medono. Namun karena berdekatan dengan kantor pusatnya, perkembangan KOPENA di medono tidak ada kemajuan. Dalam periode ini disahkan Anggaran Dasar Kopena baru , antara lain merubah wilayah kerja KOPENA dari se-Pekalongan menjadi se-Jawa Tengah, dan simpan pinjam berubah menjadi pola syariah. Status KBIH Assalamah diperjelas menjadi milik KOPENA, serta menjadi unit usaha KOPENA yang penyeneggaraannya diserahkan kepada Yayasan


Penghargaan dan Perkembangannya

(Periode 2000-2002). Pada tahun-tahun selanjutnya banyak prestasi yang diterima baik tingkat nasional maupun tingkat ASEAN, yang diberikan kepada Ketua Umum KOPENA (HM Saelany Machfudz ) antara lain Tokoh Bakti Koperasi Tingkat nasional Th 2003 dan penghargaan Asean Development Golden Award 2004. Bersama dengan Koperasi yang berfilisasi NU se-Jawa Tengah, pada tahun 2005 mendirikan Pusat Koperasi Warga NU (PuskowaNU) Jawa Tengah . Ketua Umum KOPENA terpilih menjadi Ketua Puskowanu Jawa Tengah sampai sekarang dan berhasil membangun gedung Puskowanu di Kabupaten semarang.

(Periode tahun  2003-2005) Pada periode ini mengingat kepercayaan masyarakat semakin besar dan diperlukan tempat pelayanan yang representatif, maka KOPENA pada awal tahun 2006 telah membangun kantor pusat yang terletak dijalan Hos Cokro Aminoto no 77 menjadi gedung lantai 3 yang cukup megah. Melalu kantor Bapermas & KB ditunjuk oleh kementrian Perumahan Rakyat, dimana KOPENA ditunjuk membangun rumah inti tumbuh dan rehap miskin di Kota Pekalongan.

(Periode tahun 2006-2013). Pada periode ke enam berbagai bidang berkembang sangat pesat. Anggota dan calon anggota dan masyarakat dilayani sangat besar. Pelayanan Haji dan Umroh semakin mendapat kepercayaan besar masyarakat sehingga diperlukan perluasan gedung kantor pusat agar semua kegiatan dapat teratasi. sistem online terpadu diberlakukan. Penyempurnaan Struktur manajemen secara menyeluruh . Membangun kantor sendiri di Kesuma Bangsa dan Kedungwuni  dan menambah kantor cabang menjadi 12 kantor . menerima bergabagai penghargaan tingkat nasional anatara lain Koperasi berprestasi tingkat nasional bidag jasa (2009) Penghargaan tertiggi dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono berupa : Satya Lencana Wira Karya tahun 2009 dan 2013).Aset menunjukan perkembangan yang sangat signifikant menjadi 62,5 M lebih.

 

 

Peristiwa Sepanjang Sept 2013 - 2014(Jelang Harlah KOPENA ke 21

Surel Cetak PDF

PRISTIWA Sepanjang September 2013 - Agustus 2014

JELANG HARLAH ke 21 Th KOPENA

Peresmian Gedung baru KOPENA di Jalan Kesuma Bangsa( September 2013 )

Untuk mendekatkan diri dan meningkatkan pelayanan yang semakin baik dengan para calon anggota dan anggota dikawasan pesisir Kota Pekalongan, maka KOPENA meresmikan Gedung barunya pada 21 September 2013. Pada acara itu dibarengi dengan beberapa kegiatan penyaringan tabungan Ziarah, Jumpa Wisata dan Umat sejahtera, serta pemberian satu hadiah unit motor

Pembukaan Kantor Cabang ke 12 di Bantar Bolang ( November 2013)

Diawali dari pertemuan antara salah satu Pengurus Kopena yang kebetulan Pengurus PCNU Kota Pekalongan dengan  Pengurus MWCNU Bantar Bolang di sela-sela rapat kerja PWNU di Semarang.  Gayungpun bersambut dari keinginan pengurus MWCNU  Bantar Bolang yang berpengharapan besar agar KOPENA bisa hadir dan melayani masyarakat di Bantar Bolang. Kemitraan ini cukup memberikan harapan  dari silaturahim beberapa kyai yang dilakukan Ketua Umum KOPENA dan pengurus lainnya dengan Kyai Mustofa ( Rois Syuriah MWCNU), KH Nur Fuad (Ketua Tanfidziah NU) dan  Ustadz Sundono Sekretaris MWCNU. Memberikan tekad agar benar-benar diwujudkan, pada akhirnya kantor KOPENA Bantar Bolang diresmikan pada tanggal 30 November 2013.

 

Jalan Sehat Terbesar di Kabupaten Pekalongan ( Januari 2014 )

Kedungwuni Kab Pekalongan-Puluhan ribuan orang membanjiri Lapangan Capgawen untuk  mengikuti Jalan Sehat Gema Sholawat 2 yang diadakan dalam rangka hari lahir KOPENA ke 20 th dan Assalamah ke 17, bertepatan pula dengan peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw dengan mengambil start dan Finish di Lapangan Capgawen Kedungwuni. Pada jalan sehat ini  dibagikan juga Hadiah Door prize yang jatuh kepada gadis berusia 20 tahun yang merupakan buruh lempit disalah satu juragan di simbang kulon.

 

Peresmian Kantor Gedung Baru Kopena di Kedungwuni ( Januari 2014)

Menjelang diselenggarakan Jalan sehat Gema Sholawat 2 yang merupakan puncak harlah KOPENA dan Assalamah ke 17 . diresmikan gedung baru kantor KOPENA yang ada di jalan raya Gembong  Kedungwuni .  Acara dihadiri oleh Ulama dan Tokoh masyarakat setempat. dan dilaksanakan pula penandatanganan saham sebagai awal mula PT Albaika.

 

 

Silaturahim dan Ziarah Akbar Anggota KOPENA (Mei 2014)

Ratusan anggota bersilaturahim sekaligus berrziarah bersama-sama dengan rute dari makam Habib Ahmad, kemudian ke makam pendiri Ponpes Mambaul Huda, ke Kompleks Makam Sunan Gunung Djati di Kompleks Astana Gunung Sembung Cirebon dan diakhiri di Makam syekh syamsudin di Pantai tanjung sari Pemalang, pada perjalanan dengan menggunakan Bis ini para anggota peziarah disuguhi pula video slide singkat untuk pendidikan keanggotaan

 

Puluhan ribu bingkisan Lebaran dibagikan (Juni 2014)

Kopena Bagi-bagi puluhan ribu bingkisan lebaran kepada nasabah KOPENA yang dikhususkan untuk para penyimpan Sariya ( Simpanan Hari Raya). Bukan di tahun 2014 saja , akan tetapi pada tahun -tahun yang lalu juga. Ada sekitar 20 an ribu lebih yang dibagikan kepada belasan ribu calon anggota dan anggota KOPENA.

 

GRAHA PT ALBAIKA DIRESMIKAN ( Agustus 2014)

Graha Albaika merupakan pusat aktivitas semua kegiatan usaha jasa, seperti biro perjalanan haji dan umroh , KBIH Assalamah Kopena , Jasa pengurusan pasport , pembayaran jasa listrik , telepon , pulsa secara online , Gadai emas syariah dan Bahana Pos yang merupakan media informasi KOPENA. Graha Albaika didirikan sebagai wujud otonomi dan mandiri dari pengelolaan usaha simpan pinjam oleh Koperasi, maka sesuai UU Perkoperasian No 25 Tahun 1992 dan PP no 9 tahhun 1995 tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi, semua koperasi yang bergerak dalam usaha simpan pinjam baik KJKS maupun UJKD semua pembukuan dan operasionalnya harus dipisah dari usaha-usaha lainnya. Bahkan oleh UU No. 17 tahun 2012 yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi ( MK) , menyebutkan kalau koperasi melanggar ketentuan akan tersebut akan ditindak tegas berupa dicabutnya ijin operasioanl. Bagi Koperasi yang memiliki usaha beragam dan semua usahanya berjalan baik seperti KOPENA, maka dengan pemisahan usaha simpan pinjam dan jasa-jasa merupakan tuntutan manajemen dan khikmah tersendiri . Harapannya agar kedua usaha tersebut tidak tumpang tindih sehingga keduanya dapat berjalan dengan baik. Dengan akta resmi : SK mentri Hukum dan Ham RI no 0627.AH.02.01 melalui Notaris Ferial Divany, SH.Mkn.


Sumber : Bahana Pos

Halaman 1 dari 5